Media Online Mata Rakyatta Sulawesi Selatan

Mantap, 32 Warga Binaan Ikuti Pelatihan Peracikan Kopi dan Hidroponik

Matarakyatta, Bulukumba.– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba gelar uji kompetensi bagi 32 Warga Binaan yang telah mengikuti pelatihan kemandirian bidang peracikan kopi dan hidroponik, Kamis (29/10). Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kompetensi Warga Binaan.

Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk mengukur sejauh mana Warga Binaan mampu memahami dan menerapkan keterampilan yang telah diajarkan instruktur, baik dalam bidang peracikan kopi maupun budidaya tanaman melalui sistem hidroponik. Hasil uji kompetensi diharapkan menjadi pengakuan atas kemampuan yang dimiliki peserta sekaligus bekal untuk mengembangkan potensi produktif setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja, sekaligus penanggung jawab kegiatan pelatihan Muhammad Asrul, menyampaikan uji kompetensi merupakan bagian penting dari rangkaian pembinaan kemandirian yang diberikan kepada Warga Binaan.

Menurutnya, pelatihan tidak hanya berorientasi pada pemberian pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada kemampuan peserta untuk mengembangkan keterampilan tersebut menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.

“Kami berharap Warga Binaan memiliki keterampilan yang terukur dan dikembangkan menjadi bekal untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pidana. Keterampilan peracikan kopi dan hidroponik diharapkan membuka peluang usaha serta meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat,” harap Asrul.

Pada kesempatan itu, uji kompetensi dilaksanakan oleh asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bertugas menilai kemampuan peserta berdasarkan materi dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan.

Terlihat para peserta mengerjakan soal-soal yang telah disiapkan oleh LSP sebagai bagian dari proses penilaian kompetensi.

Abdul Rahim selaku asesor bidang Smart Farming Hidroponik menyampaikan harapannya agar seluruh peserta menunjukkan hasil terbaik dalam uji kompetensi tersebut.

“Kami berharap seluruh peserta menguasai materi yang telah diajarkan oleh instruktur dan menerapkannya dengan baik. Semoga seluruh peserta memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan sehingga memperoleh predikat kompeten,” ucapnya,

Uji kompetensi ini merupakan komitmen Lapas Bulukumba dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan. Sinergi dengan BPVP Bantaeng juga menjadi langkah strategis untuk memastikan pelatihan yang diberikan memiliki standar dan berorientasi pada kebutuhan keterampilan di dunia kerja maupun peluang usaha.

Melalui kegiatan ini, Lapas Bulukumba terus mendorong Warga Binaan agar tidak hanya memperoleh keterampilan selama menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan memberikan kontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.-(*)

Editor Suaedy