Matarakyatta, Bulukumba,– Suasana Jambore Pelayanan Publik (JPP) Kabupaten Bulukumba di Kecamatan Bulukumpa tak hanya diwarnai aktivitas pelayanan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Di tengah hiruk-pikuk pelayanan, anak-anak PAUD turut meramaikan kegiatan melalui aktivitas mendongeng yang mengasah keberanian, kreativitas, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.
Digelar pada hari kedua JPP di Lapangan Jawi-Jawi, Kamis (29/10/2026), kegiatan yang diinisiasi Pokja Bunda PAUD Kabupaten Bulukumba ini menjadi ruang belajar di luar kelas bagi anak-anak.
Mereka tidak hanya berkesempatan tampil di hadapan publik, tetapi juga mengenal lebih dekat suasana pelayanan pemerintah serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Bulukumba, Andi Andriani Tahir, mengatakan bahwa kegiatan mendongeng bertujuan mengedukasi anak-anak sekaligus melatih keberanian mereka untuk tampil dan berinteraksi di ruang publik.
Menurutnya, keikutsertaan anak-anak dalam Jambore Pelayanan Publik juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan secara langsung suasana pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Kegiatan ini seperti belajar di luar kelas atau field trip. Anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga belajar mengenal lingkungan, berani tampil di depan orang banyak, serta melihat secara langsung kegiatan pelayanan publik yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bulukumba,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan program Bunda PAUD melalui gerakan Satu Guru Satu Buku (Sagu Sabu). Melalui program ini, tenaga pendidik PAUD diharapkan mampu menghasilkan karya berupa buku dongeng yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran di lembaga PAUD masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, Sawqiah, murid TK Pertiwi Tanete berusia 6 tahun, tampil membawakan cerita tentang kapal Pinisi. Penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan bercerita sekaligus mengenal salah satu warisan budaya maritim yang menjadi kebanggaan masyarakat Bulukumba.
Selain itu, Astrid Yuliani, guru TK Al Khaerul Bonto Bulaeng, turut membawakan dongeng hasil karyanya sendiri berjudul Menanti Layar Pinisi di Tepi Pantai Bira. Karya tersebut mengangkat nuansa budaya bahari Bulukumba melalui cerita yang dekat dengan kehidupan dan lingkungan anak-anak.
Kegiatan mendongeng ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menyenangkan, dengan memadukan pengembangan keberanian, kemampuan berbahasa, kreativitas, serta pengenalan budaya lokal sejak usia dini.
Menariknya, setelah kegiatan mendongeng selesai, anak-anak juga diajak mempraktikkan perilaku hidup bersih dengan memungut sampah di sekitar panggung Jambore Pelayanan Publik.
Aksi sederhana tersebut menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak dini, sekaligus mengajarkan bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui kegiatan ini, Pokja Bunda PAUD Kabupaten Bulukumba turut memperkaya pelaksanaan Jambore Pelayanan Publik dengan menghadirkan pendekatan edukatif yang ramah anak.
Jambore tidak hanya menjadi tempat masyarakat mengakses layanan pemerintah, tetapi juga ruang belajar bersama yang mendorong tumbuhnya kreativitas sejak usia dini.(*)
Editor Suaedy












