Matarakyatta, Bulukumba.- Sebanyak 1.079 warga Kategori Desil 1 dan 2 di Kecamatan Gantarang akan mendapatkan kesempatan memperoleh Kupon ATM (Alat Transaksi Membeli) Baznaskab senilai Rp.50 ribu, sebagai bentuk subsidi pembelian sembako pada saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada pelaksanaan Jambore Pelayanan Publik (JPP) yang akan berlangsung pada Rabu-Kamis tanggal 21 hingga 22 Oktober 2026 di Lapangan Desa Bontomacinna Kecamatan Gantarang.
Program yang merupakan inovasi Tim Pengendalian Inflasi (TPID) dengan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bulukumba tersebut telah dilaunching oleh Bupati Bulukumba HA.Muchtar Ali Yusuf pada saat Pembukaan Festival Pinisi ke XVI Tahun 2026 tanggal 15 Oktober 2026 di Pantai Merpati.
” Ini menunjukkan komitmen Pemkab Bulukumba melalui TPID yang berkolaborasi dengan Baznaskab untuk tetap menjaga daya beli masyarakat, khususnya yang masuk kategori Dasil 1 dan 2 yang diberikan melalui subsidi, sehingga warga bisa memperoleh kebutuhan pokoknya,” ujar Daud Kahal Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda selaku Penggungjawab di Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Menurutnya, berdasarkan data dari 136 kelurahan dan desa di Bulukumba, terdapat 6.800 warga yang mendapatkan subsidi melalui Kupon ATM Baznaskab, dengan akumulasi nilai subsidi sebesar Rp. 340 juta.
Gerakan Pangan Murah yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 dan 22 juga akan dirangkaikan dengan Hari Pangan se Dunia.
Dijelaskan, gerakan pangan murah akan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerjasama dengan Bulog dan mitra lainnya.
” Untuk tertibnya penukaran kupon ATM, kami telah berkoordinasi dengan Camat Gantarang untuk melakukan pengaturan dengan membagi warga desa dan kelurahan dengan memanfaatkan waktu 2 hari pelayanan, ” tambah Daud Kahal yang juga mantan Kadis Kominfo Bulukumba.
Ditambahkan, sejauh ini Kabupaten Bulukumba secara konsisten dapat menjaga tingkat Inflasi dengan berbagai kebijakan yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba.
Ditambahkan, ketersediaan bahan pokok dan distribusi kebutuhan pokok yang diperkuat dengan Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk saling mendukung dalam pemenuhan kebutuhan pokok semakin diperkuat.
Baik daerah di Sulsel maupun berapa daerah di Kalimantan yakni Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Menurutnya, salah satu strategi terbaru adalah penguatan intervensi pasar melalui penyediaan Rumah Pangan Kita (RPK) yang dikelola oleh Bulog di Pasar Cekkeng Bulukumba.-(*)
Editor Suaedy












