Media Online Mata Rakyatta Sulawesi Selatan

Hasil Kerja WBP Bulukumba, Berhasil Panen 21 Kg Lele. Ini Disampaikan Kalaapas Bulukumba.

Matarakyatta, Bulukumba — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba terus mendorong program pembinaan kemandirian yang produktif dan memberikan manfaat nyata. Salah satunya melalui kegiatan budidaya ikan lele yang dikelola oleh Warga Binaan.

Pada Selasa (6/10/2026), Lapas Bulukumba melaksanakan panen ikan lele hasil budidaya Warga Binaan. Kegiatan tersebut dipantau  Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Mansur, didampingi Kasubsi Sarana Kerja, Rustan.

Dari kegiatan panen tersebut diperoleh 21 kilogram ikan lele. Hasil budidaya selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan Bahan Makanan (Bama) bagi Warga Binaan di Lapas Bulukumba.

Kasubsi Sarana Kerja, Rustan, mengatakan bahwa kegiatan budidaya ikan lele merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang diarahkan tidak hanya untuk memberikan keterampilan kepada Warga Binaan, tetapi juga menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan secara langsung.

“Melalui budidaya ini, Warga Binaan mendapatkan pengalaman dan keterampilan praktis dalam mengelola usaha perikanan, mulai dari pemeliharaan hingga panen. Hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Bama Lapas, sehingga pembinaan yang dilakukan memberikan manfaat secara nyata,” ujar Rustan.

Sementara itu, Kalapas Bulukumba, Mansur, mengapresiasi hasil yang telah dicapai dan mendorong agar kegiatan budidaya terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“Pembinaan kemandirian harus mampu memberikan keterampilan sekaligus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Panen ini menjadi bukti bahwa Warga Binaan dapat berkontribusi melalui kegiatan yang produktif. Ke depan, kami akan terus mendorong pengembangan budidaya agar hasilnya semakin optimal dan memberikan manfaat bagi Lapas maupun Warga Binaan,” ujar Mansur.

Menurutnya, pemanfaatan hasil budidaya untuk kebutuhan Bama juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi yang tersedia di lingkungan Lapas. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk belajar bertanggung jawab, bekerja secara terarah, dan mengembangkan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.

Lapas Bulukumba berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, dan memiliki nilai manfaat. Dengan demikian, masa pembinaan dapat menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan serta membangun kesiapan menuju kehidupan yang mandiri dan produktif di tengah masyarakat.-(*)

Editor Suaedy