Matarakyatta, Bulukumba.- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bulukumba bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten (Baznaskab) Bulukumba melalui inovasi Pengendalian Inflasi.
Bentuk kerjasama yang dilakukan adalah dengan memberikan subsidi pembelian kebutuhan pokok masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 dan 2 pada setiap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bulukumba, dan Mitra lainnya.
Baznaskab memberikan subsidi masing-masing 50 ribu rupiah melalui kupon ATM kepada 50 warga masyarakat di setiap desa dan kelurahan di 10 kecamatan.
Inovasi tersebut sudah diuji coba melalui Jambore Pelayanan Publik di Kecamatan Bontotiro dan akan berlanjut di kecamatan lainnya.
Hal tersebut dikemukakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Daud Kahal yang juga salah satu Inisiator dalam Inovasi Program di Tim Pengendalian Inflasi Daerah, baru-baru ini.
Menurut Daud Kahal, beberapa hal yang menjadi hasil evaluasi TPID Provinsi Sulsel dn Bank Indonesia Sulselbar adalah perlunya daerah melakukan inovasi, termasuk Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan Pemanfaatan Mini Depot Center (MDC) yang disandingkan dengan Rumah Pangan Kita (RPK) bekerjasama dengan Bulog Cabang Bulukumba.
Dari hasil inventarisasi masyarakat desil 1 dan 2 di 136 desa dan kelurahan dimana setiap desa kelurahan mendapatkan alokasi 50 warga yang mendapatkan kupon subsidi senilai Rp. 50 ribu, maka yang akan menjadi penerima manfaat dari program ini sebanyak 6800 warga yang direkomendasi oleh Kepala Desa dan Lurah masing-masing, dengan akumulasi dana zakat infaq dan shodaqoh dari Baznaskab sebesar Rp. 340 Juta.
Meski sudah diuji coba, TPID Bulukumba dan Baznaskab berencana akan menggelar Launching Inovasi oleh Bupati Bulukumba yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2026 mendatang di Taman Kota depan Kantor Basnazkab Bulukumba.
“Kami berencana menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulselbar dan TPID Provinsi Sulsel,” ujar Daud Kahal.
Daud Kahal meyakini strategi Pengendalian Inflasi Kabupaten Bulukumba melalui berbagai kebijakan Bupati dan Wakil Bupati, terus memberi trend positif dalam pengendalian harga, daya beli masyarakat dan distribusi bahan pokok yang tetap terjaga. Kebijakan tersebut antara lain Program Ketahanan Pangan, Pembangunan Infrastruktur dan Peningkatan SDM untuk kualitas produksi tanaman pangan.-(*)
Editor Suaedy












