Matarakyatta, Bulukumba — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba, meski musim kemarau, jajaran Lapas Bulukumba melalui pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif melalui kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian WBP itu sendiri.
Hal tersebut diwujudkan melalui panen jagung sebanyak 15 kilogram di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Panrita Lopi Lapas Bulukumba, Senin (28/9). dipimpin Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, H. Mansur, didampingi pejabat struktural, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, serta jajaran staf kegiatan kerja.
Panen jagung ini menjadi bagian dari upaya Lapas Bulukumba dalam mengoptimalkan lahan SAE sekaligus mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, khususnya program ketahanan pangan yang merupakan salah satu dari 15 Program Aksi Kemenimipas 2026.
Kalapas bersama jajaran melakukan pemantauan kondisi tanaman dan proses panen. Dari kegiatan tersebut diperoleh hasil panen jagung sebanyak 15 kilogram, yang selanjutnya dilakukan pendataan dan pengelolaan sesuai mekanisme yang berlaku sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kegiatan pertanian.
Kalapas Kelas IIA Bulukumba, H. Mansur, mengatakan bahwa pemanfaatan lahan SAE tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pembentukan keterampilan bagi WBP.
“Kami terus mendorong agar lahan SAE dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan pertanian, WBP mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Mansur.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Muhammad Asrul, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian dilaksanakan secara bertahap mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen.
“Panen ini menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian. Hasil 15 kilogram ini menjadi bagian dari evaluasi untuk terus meningkatkan pengelolaan lahan dan produktivitas pertanian di SAE,” ungkap Asrul.
Salah seorang WBP yang mengikuti kegiatan pertanian melalui program Asimilasi Luar/Korve mengaku mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru selama terlibat dalam pengelolaan lahan pertanian.
“Selama bekerja di bidang pertanian, kami belajar bagaimana merawat tanaman dari awal sampai panen. Kegiatan ini memberikan pengalaman dan keterampilan yang bisa menjadi bekal bagi kami nantinya,” tuturnya.
Lapas Bulukumba akan terus mengembangkan pemanfaatan lahan SAE melalui perawatan tanaman secara rutin, evaluasi hasil panen, serta pengembangan jenis tanaman produktif lainnya yang sesuai dengan kondisi lahan.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Bulukumba berkomitmen menjadikan lahan SAE sebagai ruang produktif yang mendukung ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian WBP, sejalan dengan Program Aksi Kemenimipas tahun 2026.-(*)
Editor Suaedy












