Matarakyatta, Bulukumba, — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Babuttaubah Lapas Bulukumba, Sabtu (29/8), diikuti oleh jajaran pegawai, Dharma Wanita Persatuan (DWP), peserta magang, serta seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Mengusung tema “Menghidupkan Spirit Akhlak Rasulullah dalam Transformasi Diri melalui Peringatan Maulid Nabi: Dari Jeruji Pemasyarakatan Menuju Insan Berdaya dan Bermartabat,” kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian dan keagamaan yang secara konsisten dilaksanakan Lapas Bulukumba.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Ust. Abdul Haliq. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, H. Mansur, serta tausiah dan doa yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rafik, S.Pd., S.H.
Dalam sambutannya, H. Mansur menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas antusiasme warga binaan yang mengikuti kegiatan Maulid Nabi.
“Saya bangga melihat antusias warga binaan dalam mengikuti kegiatan ini. Mudah-mudahan semangat seperti ini terus dipertahankan dan menjadi bagian dari proses perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap H. Mansur.
Lebih dari sekadar peringatan, kegiatan ini menjadi momentum bagi warga binaan untuk melakukan refleksi dan mengambil keteladanan dari akhlak Rasulullah SAW. Nilai-nilai kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, kasih sayang, dan tanggung jawab diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustadz Ahmad Rafik, S.Pd., S.H. mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Semangat tersebut sejalan dengan tema yang diusung, yakni bagaimana warga binaan mampu melakukan transformasi diri dari balik jeruji pemasyarakatan menuju insan yang berdaya dan bermartabat, sehingga nantinya siap kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, khidmat, tertib, dan lancar. Antusiasme warga binaan menjadi salah satu gambaran positif bahwa pembinaan keagamaan terus mendapat tempat dalam proses pembinaan di Lapas Kelas IIA Bulukumba.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bulukumba berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, religius, dan berkelanjutan, dengan harapan setiap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bertumbuh, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.-(*)
Editor Suaedy












