Media Online Mata Rakyatta Sulawesi Selatan

Kadinkes Bulukumba Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Lapas Bulukumba

Matarakyatta, Bulukumba – Sebagai bagian dari rangkaian strategi pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan, Lapas Kelas IIA Bulukumba menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. H. Muhammad Amrullah, S.Ked., M.Kes., untuk memberikan sosialisasi bahaya narkoba, Jumat (08/05).

Kegiatan ini merupakan agenda krusial dalam rangkaian Pelaksanaan Ikrar dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan (HALINAR). Sosialisasi yang berlangsung di Aula Lapas ini diikuti oleh jajaran petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Dalam paparannya, dr. H. Muhammad Amrullah menekankan bahwa narkoba bukan sekadar masalah hukum, melainkan ancaman medis yang menghancurkan masa depan. Beliau menjelaskan secara detail dampak destruktif zat adiktif terhadap sistem saraf pusat dan organ vital manusia.

“Narkotika adalah mesin penghancur mimpi. Secara medis, zat-zat ini merusak fungsi otak secara permanen yang memicu perubahan perilaku destruktif. Saya mengajak seluruh saudara-saudara di sini untuk menggunakan masa pembinaan ini sebagai momentum detoksifikasi fisik dan mental,” tegas dr. Amrullah di hadapan peserta.

Lebih lanjut, Kadinkes Bulukumba juga mengapresiasi langkah progresif Lapas Bulukumba yang konsisten melakukan deteksi dini. Menurutnya, sinergi antara aspek pengamanan dan edukasi kesehatan adalah formula terbaik dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba (Bersinar).

Plh. Kalapas Kelas IIA Bulukumba, Anwar, menyampaikan bahwa kehadiran pakar kesehatan dalam kegiatan ini bertujuan untuk menyentuh sisi kemanusiaan warga binaan. “Kami ingin warga binaan tidak hanya takut pada sanksi hukum, tetapi juga sadar akan kesehatan mereka sendiri. Terima kasih kepada dr. Amrullah atas edukasi berharga yang diberikan hari ini,” ujar Anwar.

Sosialisasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, terlihat warga binaan diberikan pemahaman mengenai proses pemulihan dan pentingnya gaya hidup sehat sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat nantinya.-(*)

Editor Suaedy