Matarakyatta, Padang Panjang.- Rombongan Pemkab bersama BAZNAS Bulukumba melakukan perjalanan ke Sumatera Barat dalam angka menyalurkan bantuan kemanusiaan, disambut Pemerintah Kota Padang Panjang.
Saat melintasi Kota Padang Wakil Wakil Bupati Bulukumba A. Edy Manaf mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi dari Ketua BAZNAS Tanah Datar–yang menjemput di bandara Minangkabau adalah Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang dan ingin menyambut bersama dengan rombongan di Rujab Walikota Padang Panjang.
Saat itu Wabup A.Edy Manaf mengatakan, kalau pak Wali ini pernah jadi Wakil Bupati di Tanah Datar, kabupaten yang akan kita datangi, sementara wakilnya asli Batusangkar, Tanah Datar.
Dan pada saat tiba di kota Padang Panjang, Wabup Edy Manaf disambut hangat dan disuguhi minuman dan makanan khas Padang.
Wabup Edy Manaf menyampaikan di beberapa titik dia bersama rombongan menyaksikan banyak alat berat yang disiapkan pemerintah untuk percepatan penanganan bencana.
” Akses jalan antara Padang Pariaman dan Padang Panjang masih buka tutup, kami ikut mengantri di perbatasan, sekitar lokasi wisata Lembah Anai yang menjadi salah satu ikon obyek wisata Sumatera Barat,” cerita Edy Manaf.
Disampaikan bahwa wilayah tersebut termasuk wilayah terparah akibat diterjang longsor dan banjir bandang. Sejumlah jembatan dan jalan mengalami rusak berat.
Masih kata Wabup Bulukumba, saat dia bersama rombongan tiba di Padang Panjang, dia melaksanakan shalat magrib bersama Allex Saputra, Wakil Walikota Padang Panjang, yang merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN). Setelah itu rombongan bertolak menuju Rujab Wali Kota Padang Panjang, H. Hendri Arnis, BSBA.
“Masya Allah, sambutannya luar biasa, akrab dan hangat. Kami disuguhi minuman dan makanan khas Padang, sambil berbicara panjang tentang Datuk Ri Tiro, sosok ulama Minangkabau yang telah menyebarkan dakwah Islam di Bulukumba, beberapa abad lalu,” kata Wabup Edy Manaf.
Wali Kota Padang Panjang yang pernah menjadi Wakil Bupati di Tanah Datar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemda, BAZNAS dan masyarakat Bulukumba atas bantuan dan supporting nya bagi warga Sumatera, khususnya Tanah Datar.
“Terima kasih Pak Wakil beserta rombongan atas kedatangannya, untuk memberikan supporting dan bantuan bagi warga Tanah Datar,” ucapnya.
Mengapa Tanah Datar?
Saat ditanya, mengapa Tanah Datar? Wakil Bupati A. Edy Manaf menjelaskan bahwa dipilihnya Tanah Datar sebagai target penyaluran, karena memiliki ikatan sejarah dan budaya.
“Ini semacam bentuk terima kasih kami kepada Minangkabau yang telah mengirimkan salah satu ulamanya ke Sulawesi untuk mengajarkan Islam di Bulukumba, beberapa abad silam,” jelasnya.
Sementara itu budayawan Bulukumba Andhika Mappasomba menjelaskan, bahwa pada tahun 1602 lalu, Bulukumba kedatangan Syaikh Abdul Jawad Khatib Bungsu.
“Beliaulah yang mengajarkan Islam kepada kami di Bulukumba. Dalam sejarah, beliau dikenal dengan Dato Ri Tiro. Di Bulukumba Pemda membangun Masjid Islamic Center Dato Tiro, sebuah masjid terbesar di wilayah selatan Sulawesi Selatan.” katanya.
Bagi warga Bulukumba, Dato Ri Tiro merupakan tokoh besar asal Minangkabau yang telah datang ke Sulawesi Selatan bersama dengan Dato Patimang di Makassar, dan Dato Ri Bandang di Luwu.
Andhika menjelaskan, dalam penelusuran kami melalui beberapa sejarawan dan tokoh, diketahui bahwa Minangkabau dulunya terdiri dari Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Tanah Datar.
Jika diperkecil sesuai urutan perkembangan sejarah, kota tua Minangkabau terdapat di Tanah Datar. Dalam beberapa referensi disebutkan bahwa Dato Ri Tiro lahir di Payakumbuh, sebuah kota di Sumbar yang berbatasan langsung dengan Tanah Datar.
Secara umum, kondisi Bulukumba dan Minangkabau, Sumbar memiliki banyak kemiripan dari sisi budaya dan adat istiadat, termasuk dalam hal memuliakan tamu. Setiap masuk rumah, selalu ditawari makanan dan minuman.
Rombongan selalu disuguhi minuman teh telur atau kopi telur. Pada setiap jamuan, selalu ada pula menu khusus, yaitu lemang dimakan bersama durian.
“Baik lemang maupun durian, dua-duanya banyak di Bulukumba, tapi memakan lemang dan durian secara bersamaan, ini yang unik serta memberikan cita rasa tersendiri,” jelas Edy Manaf yang Ketua PAN Sulawesi Selatan ini.
Untuk diketahui rombongan Wakil Bupati Bulukumba terdiri dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Dewas dan pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba, budayawan Andhika Mappasomba, serta satu orang jurnalis. – Laporan Muh.Yusuf Shandy dari Padang Panjang
Editor Suaedy












