Matarakyatta, Bulukumba – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba menggelar Apel Pagi yang dirangkaikan dengan penyematan tanda kenaikan pangkat pengabdian serta penyerahan Piagam Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah pegawai, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 WITA di Aula Lapas Bulukumba, Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Mansur, dihadiri Pejabat Struktural, jajaran staf, serta peserta magang.
Terlihat Kalapas menyematkan tanda kenaikan pangkat pengabdian kepada dua pegawai, yakni Hamri H, S.Sos. dan Suriyani, S.Sos., yang masing-masing memperoleh kenaikan pangkat dari Penata Tingkat I (III/d) menjadi Pembina (IV/a).
Kenaikan pangkat pengabdian tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian keduanya sebagai Aparatur Sipil Negara. Meski telah menerima kenaikan pangkat pengabdian, keduanya masih tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebelum nantinya memasuki masa purna bakti.
Pada apel yang sama, Kalapas juga menyerahkan Piagam Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada lima pegawai sebagai bentuk penghargaan negara atas pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
Adapun penerima Satyalancana Karya Satya yakni Yadi Husain Tanassy, S.H. (XX Tahun), Raja Kasma, S.H. (XX Tahun), Rinal, S.Kep., Ns., M.Kep. (XX Tahun), Asrullah, S.Kep. (XX Tahun), serta A. Ulfiyani Wahid, S.Kep., Ns. (X Tahun).
Dalam amanatnya, Mansur menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh pegawai yang menerima kenaikan pangkat pengabdian maupun penghargaan Satyalancana Karya Satya. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan momentum untuk memaknai kembali arti dedikasi dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.
“Kenaikan pangkat pengabdian dan Satyalancana Karya Satya yang diterima hari ini merupakan bentuk penghargaan atas perjalanan pengabdian, loyalitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Saya berharap penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi organisasi,” ujar Mansur.
Khusus kepada Hamri dan Suriyani, Mansur berpesan agar kenaikan pangkat pengabdian menjadi penyemangat untuk tetap memberikan kontribusi terbaik hingga menyelesaikan masa tugas.
“Ini bukan akhir dari pengabdian. Masih ada waktu dan kesempatan untuk terus memberikan pengalaman, keteladanan, serta kontribusi kepada organisasi sebelum nantinya memasuki masa purna bakti. Jadilah teladan dan wariskan nilai-nilai baik kepada generasi berikutnya,” tambahnya.
Kalapas juga mengajak seluruh jajaran, termasuk peserta magang, menjadikan momentum tersebut sebagai motivasi bahwa perjalanan pengabdian dibangun melalui proses panjang yang membutuhkan konsistensi, integritas, disiplin, dan profesionalisme.
Melalui pemberian penghargaan tersebut, Lapas Bulukumba terus menumbuhkan budaya apresiasi terhadap dedikasi pegawai sekaligus mendorong seluruh jajaran untuk memberikan kinerja dan pengabdian terbaik dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.












