Matarakyatta, Bulukumba,- Sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, ikut berpartisipasi menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Terang terang, pada Selasa (10/3) dipimpin Plt.Kalapas Bulukumba Ashari, A.Md.IP., S.H., M.Si.
Saat menyerahkan bantuan 11 paket sembako, Ashari didampingi pejabat struktural Lapas Bulukumba serta aparat pemerintah setempat.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang tengah menghadapi cobaan berat.
Turut hadir pada penyerahan bantuan tersebut, Lurah Kelurahan Terang-Terang Andi Jeppu dan sejumlah warga sekitar lokasi kebakaran.
Plt Kalapas Bulukumba, Ashari, menyampaikan bahwa bantuan tersebut mungkin tidak seberapa nilainya, namun diharapkan mampu meringankan beban para korban yang tengah berjuang memulai kembali kehidupan mereka dari titik nol.
“Musibah kebakaran adalah ujian yang tidak pernah diharapkan siapa pun. Kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian dan empati. Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan dasar saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Ashari.
Menurutnya, lembaga pemasyarakatan bukan hanya menjalankan fungsi pembinaan terhadap warga binaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan.
Sementara itu, Lurah Terang terang Andi Jeppu mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian yang ditunjukkan jajaran Lapas Bulukumba. Ia menilai kehadiran Plt Kalapas beserta rombongan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Di saat warga kami sedang menghadapi musibah, kehadiran Lapas Bulukumba membawa semangat baru bagi para korban,” ungkapnya.
Bagi para korban, bantuan sembako yang diberikan bukan sekadar bahan makanan, melainkan juga simbol kepedulian dan dukungan moral agar mereka tetap kuat menghadapi cobaan hidup.
Di tengah puing-puing bangunan yang hangus terbakar di Kelurahan Terang-Terang, Kecamatan Ujung Bulu, harapan tetap tumbuh. Kehadiran berbagai pihak yang memberikan dukungan menjadi bukti bahwa di saat musibah datang, kemanusiaan selalu menemukan jalannya untuk saling menguatkan.
Aksi sosial yang dilakukan oleh Plt Kalapas Bulukumba bersama jajaran ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak mengenal batas institusi. Ketika empati dan solidaritas berjalan beriringan, maka luka akibat musibah perlahan dapat disembuhkan oleh kekuatan kebersamaan.-(*)
Editor Suaedy












