Media Online Mata Rakyatta Sulawesi Selatan

Mengubah Lahan Sempit Menjadi Lumbung Gizi, Sinergi Bapperida dan Dinas Perikanan dalam Gerakan MACINNA

Matarakyatta, Bulukumba.- Stunting bukan hanya masalah kesehatan, melainkan masalah masa depan generasi kita. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Daerah melalui Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah) tidak hanya bergerak pada tataran konsep, tetapi turun langsung memberikan teladan nyata melalui Gerakan MACINNA (Masyarakat Cinta Tanaman Cegah Stunting).

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah A.Irma Darmayanti Untung,ST.MM didampingi Arie Hamzah, Sekertariat sekaligus Plt Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah menyampaikan,
dengan semangat inovasi, Bapperida telah menyulap lahan terbatas di halaman Gedung Pinisi dan Taman Cekkeng menjadi area produktif. Langkah ini mematahkan stigma bahwa bercocok tanam memerlukan lahan yang luas.

“Dengan pemanfaatan teknologi tepat guna dan tata kelola yang kreatif, sudut-sudut sempit kini dipenuhi tanaman bernilai gizi tinggi,” jelas Andi Irma.

Menurutnya, inisiatif ini merupakan implementasi dari arahan Bupati Andi Utta dan Ketua TP PKK Hj.A.Herfida melalui inovasi GEMOIH. Pesan utamanya jelas, produktivitas pangan dimulai dari pekarangan rumah sendiri.

Disampaikan pula bahwa pencegahan stunting membutuhkan asupan gizi yang seimbang, tidak hanya vitamin dari sayuran tetapi juga protein hewani. “Oleh karena itu, Bapperida menggandeng Dinas Perikanan untuk menciptakan ekosistem pangan yang lengkap,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, integrasi pertanian dan perikanan diwujudkan melalui inovasi Naga Runting, kolam-kolam ikan nila dibangun berdampingan dengan tanaman.

Inovasi Naga Runting hadir sebagai solusi cerdas dalam penyediaan protein ikan yang terjangkau dan mudah diakses, menyempurnakan upaya pencegahan stunting dari hulu.

” Kami berharap bisa memberikan contoh konkret kepada masyarakat bahwa lahan sempit (lorong, pekarangan, teras) bisa menghasilkan pangan,” harapnya.

Selain itu juga bisa memastikan setiap keluarga memiliki akses “Apotek Hidup” dan “Lumbung Protein” sendiri untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan anak.

Andi Irma menambahkan saat ini pihaknya memanfaatkan aset daerah (Gedung Pinisi dan Taman Cekkeng) sebagai laboratorium sosial yang inspiratif.

” Melalui langkah kecil menanam di pekarangan dan memelihara ikan, untuk menyelamatkan generasi penerus dari ancaman stunting. Mari kita hijaukan pekarangan dan cukupkan gizi keluarga demi masa depan daerah yang lebih gemilang,” ajak putri mantan Sekkab Bulukumba ini.-(end)

Editor Suaedy